PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR PADA LAHAN GAMBUT YANG BERKELANJUTAN

Sondang M. Napitupulu, Bagus Mudian

Abstract


Lahan gambut di Indonesia mencapai 20,6 juta ha. Pertumbuhan penduduk yang tinggi,terbatasnya lahan mendorong terjadinya alih fungsi lahan gambut menjadi lahan pertanian,industri kertas, pengembangan bioenergi serta permukiman.Lahan gambut memiliki fungsistrategis, seperti fungsi hidrologis, penambat (sequester) karbon dan biodiversitas.Dampakpenggunaan lahan gambutdapat berupa subsiden, meningkatnya kebakaran dan emisi gas rumahkaca. Lahan gambut menyimpan C jauh lebih tinggi dibanding tanah mineral.Di daerah tropis Cyang disimpan tanah dan tanaman pada lahan gambut besarnya 10 kali C yang disimpan olehtanah dan tanaman pada tanah mineral.Pengelolaan sumber daya air pada lahan gambut sangatpenting, selain untuk penyerapan C, air pada lahan gambut berfungsi sebagai sumber air tawar(mencapai 8-13 kali volume gambut itu sendiri). Air faktor penting dalam proses pembentukankubah gambut; dan drainase (walaupun tidak selalu) menjadi penyebab terjadinya subsidensipermukaan tanah. Disamping itu, gambut menjadi sangat rapuh setelah mengering (fragile) danmudah terbakar, sehingga pengelolaan air di lahan gambut sangat penting.Pemanfaatan lahangambut menimbulkan dampak positif dan negatif, yaitu memberikan keuntungan ekonomi, tetapimenimbulkan penyusutan keaneka ragaman hayati, kerusakan tata air, dan peningkatan emisiCO2.Pengelolaan lahan gambutharus mempertimbangkan aspek ekonomi,sosial dan lingkunganagar sumber daya alamdan lingkungannya berkesinambungan.Penggunaan lahan gambut menjadibudi daya seharusnya dilakukan pada lahan yang telah rusak(kedalaman <1m).Pembukaan lahanbaru yang masih berbentuk hutan harus dilarang, karena sebaik apapun sistem yang digunakanakan tetap menimbulkan kerusakan pada lahan gambut serta lingkungan sekitarnya.Konseppengelolaan berkelanjutan pada lahan gambut sebenarnya bukan merupakan istilah tepat, karenalahan gambut bersifat labil terutama karena adanya penurunan permukaan tanah (subsident) yangdisebabkan oleh pemadatan (consolidation), tidak porous dan mengeluarka emisi CO2 selamaproses penggunaan lahan pertanian dan perkebunan.Ditinjau dari aspek sosial dan perekonomianrakyat, sebaiknya pengelolaan lahan gambut melibatkan penduduk setempat dimana pendudukikut memiliki hak pengelolaan (dengan luasan yang cukup untuk memberikan penghasiltan yangbaik) sebagai mitra dibawah Perusahaan Inti sebagaipengelola perkebunan dan industripengolahan hasil kebun. Perusahaan inti berkewajiban membangun infrastruktur pendukung yangramah lingkungan, meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola lahan, membeli hasilkebun dengan harga yang wajar, serta menyediakan fasilitas penunjang lainnya (fasos dan fasum)serta meningkatkan pengetahuan dan awareness penduduk pentingnya menjaga keseimbanganlingkungan agar usaha bersama mereka dapat sinambung hingga generasi yang mendatang.

Kata Kunci : Lahan Gambut Berkelanjutan, Pengelolaan Air Pada Lahan Gambut


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.